JATENG (Radarjateng.id) Di balik perjuangan seorang pasien untuk sembuh, ada keluarga yang turut berjuang menghadapi berbagai keterbatasan. Bukan hanya memikirkan kesembuhan, mereka juga harus memenuhi kebutuhan makan, transportasi, dan biaya hidup selama mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Tengah meluncurkan Program Sahabat Pasien, sebuah ikhtiar kemanusiaan untuk meringankan beban pasien dan keluarga prasejahtera sekaligus menghadirkan dukungan moral di tengah masa sulit.
Launching Program Sahabat Pasien dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, di RS dr. Adhyatma, M.P.H., Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BMH untuk terus menghadirkan manfaat dana umat melalui pelayanan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Melalui program ini, BMH berupaya menghadirkan bantuan dan pendampingan bagi pasien serta keluarga yang membutuhkan. Tidak hanya berupa tali asih, program ini juga membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian kesehatan. Ada kepedulian, doa, dan dukungan dari sesama yang diharapkan mampu menguatkan harapan mereka.

16 Tahun Membersamai Pasien, BMH Terus Perluas Manfaat
Kepala Perwakilan BMH Jawa Tengah, S. Abdul Karim, S.E.I., menyampaikan bahwa Program Sahabat Pasien merupakan wujud nyata komitmen BMH untuk senantiasa hadir membersamai umat, terutama ketika mereka menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Menurutnya, program ini telah berjalan selama 16 tahun dan menjadi salah satu ikhtiar BMH dalam menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalani ujian kesehatan.
“Program ini bagian dari komitmen BMH untuk hadir membersamai umat di saat mereka sedang membutuhkan. Setiap tahun sudah 16 tahun program ini terus kita laksanakan. Semoga tahun ini lebih baik lagi dan semakin banyak yang dapat BMH bantu,” ungkap Abdul Karim.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh mitra yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap program-program kemanusiaan BMH.
“Terima kasih kepada para donatur dan seluruh mitra yang terus mendukung program keumatan ini,” tambahnya.
Abdul Karim berharap dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap BMH terus tumbuh sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pasien dan keluarga yang membutuhkan.
Apresiasi terhadap inisiatif kemanusiaan BMH juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui sambutan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., yang dibacakan oleh Ibu Woro Boedi Sayekti, S.Sos., M.Si., Analis Kebijakan Ahli Madya Pengarah Non Pelayanan Dasar Biro Kesra dan Taskin.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada BMH atas kepeduliannya terhadap masyarakat rentan dan prasejahtera yang tengah menghadapi ujian kesehatan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memandang bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga erat hubungannya dengan kondisi sosial dan ketahanan ekonomi keluarga.
Ketika seorang anggota keluarga jatuh sakit, beban yang dihadapi sering kali jauh lebih besar daripada biaya pengobatan. Keluarga juga harus memikirkan kebutuhan makan dan minum selama mendampingi pasien, transportasi menuju rumah sakit, serta kebutuhan hidup anggota keluarga yang tetap berada di rumah.
“Program ini hadir untuk mengisi ruang kebutuhan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh skema pembiayaan kesehatan standar, terutama berkaitan dengan dukungan logistik, biaya operasional, dan transportasi bagi pasien serta keluarga yang membutuhkan,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur.
Gubernur berharap Program Sahabat Pasien dapat menjadi sahabat yang sesungguhnya bagi masyarakat. Kehadirannya bukan hanya membantu meringankan beban biaya, tetapi juga menghadirkan ketenangan, menguatkan harapan, dan memberikan keyakinan bahwa pasien beserta keluarganya tidak berjuang sendirian.
Perkuat Kolaborasi untuk Jangkauan Manfaat Lebih Luas

Dalam sambutan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Persoalan sosial yang kompleks tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, akademisi, komunitas, dan media.
Pemerintah memiliki kebijakan serta program perlindungan sosial, rumah sakit menyediakan pelayanan kesehatan, sedangkan lembaga filantropi berperan menghimpun dan menyalurkan kepedulian masyarakat. Dunia usaha, komunitas, dan media juga memiliki peran strategis dalam memperluas dukungan serta menumbuhkan solidaritas sosial.
Karena itu, Gubernur berharap Program Sahabat Pasien tidak berhenti pada peluncuran di RS dr. Adhyatma, M.P.H., tetapi dapat terus dikembangkan dan direplikasi di fasilitas kesehatan rujukan lainnya di Jawa Tengah.
Gubernur juga mendorong Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat sinergi dengan BMH dan pihak rumah sakit, khususnya dalam pemanfaatan serta pemutakhiran data kesejahteraan sosial, termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepada BMH, ia berpesan agar keberlanjutan program terus dijaga, tata kelolanya diperkuat, serta pelaksanaannya senantiasa mengedepankan prinsip amanah, transparansi, dan ketepatan sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah secara resmi menyatakan Program Sahabat Pasien BMH diluncurkan melalui sambutan yang dibacakan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Peluncuran ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga filantropi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadirkan dukungan yang lebih luas bagi pasien serta keluarga yang membutuhkan.
Testimoni Penerima Manfaat: “Semoga Allah yang Akan Membalas”
Nilai kepedulian dalam Program Sahabat Pasien tergambar dari kesaksian salah satu penerima manfaat, Ibu Aira. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan, doa, dan tali asih yang diberikan oleh tim BMH.
“Maturnuwun sanget. Sudah didatangi, didoain dan ditinggalin tali asih. Kami tidak bisa balas, semoga Allah yang akan balas bantuan ini,” ungkap Ibu Aira.
Bagi keluarga yang tengah berjuang mendampingi pasien, kunjungan dan kepedulian dari orang lain dapat menghadirkan rasa diperhatikan sekaligus menumbuhkan harapan. Inilah nilai yang ingin terus dihadirkan BMH melalui Program Sahabat Pasien, membersamai mereka yang membutuhkan, menguatkan di saat sulit, dan menumbuhkan semangat untuk terus berjuang.
Hadirkan Sinergi Bersama Mitra Rumah Sakit
Launching Program Sahabat Pasien turut dihadiri Direktur Utama RS dr. Adhyatma, M.P.H., Bapak dr. Prihatin Iman Nugroho, M.Kes., Sp.P., beserta jajaran, serta perwakilan mitra dari RS Islam Unissula, RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro dan RSUP Dr. Kariyadi Semarang.
Kehadiran para mitra menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara lembaga filantropi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
BMH Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan dan penyaluran dana umat melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BMH berharap semakin banyak pasien dan keluarga prasejahtera yang memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka. Dengan demikian, pelayanan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga martabat manusia dan memperkuat solidaritas sosial.
Mari Menjadi Bagian dari Sahabat Pasien
Keberlanjutan Program Sahabat Pasien tentu tidak lepas dari dukungan para donatur, mitra kebaikan, dunia usaha, dan masyarakat luas. Karena itu, BMH Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan ini.
Di tengah perjuangan pasien untuk sembuh, dukungan para donatur dapat membantu meringankan beban keluarga yang mendampingi. Bantuan untuk kebutuhan logistik, transportasi, dan 5 menjadi bentuk kepedulian yang berarti bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Tidak harus menunggu kaya untuk membantu sesama. Setiap kepedulian dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang.
Melalui Program Sahabat Pasien, BMH mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BMH agar semakin banyak pasien dan keluarga prasejahtera yang dapat merasakan manfaatnya.
Setiap dukungan yang dititipkan merupakan amanah yang diharapkan menjadi jalan hadirnya pertolongan, menguatkan harapan, dan meringankan beban sesama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat dihadirkan.
“Mari bersama BMH terus menumbuhkan kepedulian, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan. Sebab, di tengah ujian kesehatan, kepedulian kita dapat menjadi penguat bagi mereka untuk terus melangkah dan berharap.”Pungkas Abdul Karim. (RJ1)











