REMBANG (RADARJATENG.ID) Masyarakat di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras yang berpotensi memperparah pergerakan tanah. Pasalnya, peristiwa tanah amblas di Dusun Gobok semakin parah.
Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Muhammad Luthfi Hakim, saat ditemui di lokasi tanah amblas, Rabu (25/22026).
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir membuat kontur tanah menjadi gembur, tidak stabil, dan ada pergerakan tanah bagian bawah, yang mengakibatkan empat rumah warga dan satu kandang ternak terdampak kerusakan.
“Karena beberapa hari yang lalu intensitas hujan tinggi, membuat kontur tanah menjadi gembur. Sekitar 62 meter tanah bergerak turun ke bawah,” kata Luthfi.
Disampaikan, meskipun kondisi tanah masih bergerak, sebagian warga terdampak bersikeras tinggal di rumahnya. Pasalnya, kerusakan yang terjadi mayoritas berada di bagian belakang bangunan yang roboh.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, lanjutnya, estimasi total kerugian mencapai sekitar Rp192 juta. Pihaknya telah melakukan asesmen dan pendataan warga terdampak, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah (OPD), terkait untuk langkah penanganan lanjutan.
Hingga kini, pihaknya terus memantau perkembangan di lokasi dan menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah risiko yang lebih besar bagi warga sekitar.
Selain itu, imbuh Luthfi, kelima keluarga yang terdampak tanah amblas juga telah menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana setempat, sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Perwakilan keluarga terdampak, Chorik mengatakan, kejadian awal tanah ambles terjadi pada 18 Januari 2026 dan berlangsung secara bertahap. Kondisi semakin parah setelah hujan deras pada 23 Februari 2026.
“Amblasnya setiap hari, setiap lima menit ada gerakan-gerakan. Rumah ayah saya yang bagian belakang sudah turun. Kamar mandi sekarang posisinya di bawah, padahal sebelumnya sejajar dengan rumah,” Pungkasnya. (HUM)
















